Selasa, 27 Agustus 2024

Pembelajaran Digital, Pembelajaran Tatap Muka dan Perubahan Iklim

 

Pembelajaran Digital, Pembelajaran Tatap Muka dan

 Perubahan Iklim



Pada blog ini, saya akan membahas mengenai hubungan antara pembelajaran digital, pembelajaran tatap muka, serta perubahan iklim.

Dikutip dari jurnal yang berjudul "Digital learning, face-to-face learning and climate change" yang ditulis oleh David Liam Davies, AbdulAzeez Lawal, Angela E. Orji, Chloe Tytherleigh, Kieran Walsh membahas pentingnya mempertimbangkan jejak iklim dalam kegiatan pendidikan, khususnya dalam konteks pembelajaran digital, pembelajaran tatap muka, dan pembelajaran campuran.

Dalam jurnal tersebut mengatakan bahwa pembelajaran digital terbukti lebih baik daripada pembelajaran tatap muka untuk pengaruh terhadap perubahan iklim. Berikut beberapa poin alasannya :
  • Pembelajaran digital lebih baik daripada pembelajaran tatap muka karena memiliki jejak karbon yang lebih rendah.
  • Pembelajaran digital menggunakan listrik, perangkat keras, dan perangkat lunak, tetapi jejak karbonnya umumnya lebih rendah daripada perjalanan yang terlibat dalam pembelajaran tatap muka.
  • Dengan memanfaatkan perangkat yang ramah lingkungan dan mengurangi perjalanan yang tidak perlu, pembelajaran digital dapat membantu mengurangi dampak lingkungan.


Seperti yang kita ketahui, Saat ini, perubahan iklim yang sedang terjadi mencakup cuaca ekstrem yang semakin parah, kualitas udara yang semakin buruk, dan ancaman terhadap keamanan pangan. Perubahan iklim ini memiliki dampak luas terhadap kesehatan global, termasuk masalah yang memengaruhi pasien seperti cuaca ekstrem yang lebih parah, kualitas udara yang semakin buruk, dan ancaman terhadap keamanan pangan. Maka dari itu penting untuk kita untuk dapat lebih aware dengan masalah ini.



Dampak negatif dari pembelajaran tatap muka :

  • Jejak Karbon: Pembelajaran tatap muka sering kali melibatkan perjalanan, yang berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon. Ini dapat mencakup berkendara, transportasi umum, dan bahkan perjalanan udara untuk acara seperti konferensi.
  • Dampak Lingkungan: Acara fisik yang terkait dengan pembelajaran tatap muka dapat menyebabkan dampak lingkungan seperti penggunaan plastik sekali pakai, paket makanan polistirena, dan peningkatan konsumsi energi untuk kebutuhan akomodasi.
  • Jejak Iklim Secara Keseluruhan: Dengan tidak mempertimbangkan jejak iklim dari kegiatan pembelajaran tatap muka, peserta didik dan pendidik mungkin tanpa sadar berkontribusi terhadap krisis iklim secara keseluruhan, yang berdampak pada implikasi perawatan kesehatan global.
Dari alasan yang tertera diatas menyadarkan kita bahwa kita harus mengurangi adanya pembelajaran tatap muka dan memulai untuk melakukan pembelajaran secara digital agar perubahan iklim tidak semakin parah serta demi kenyamanan dan keamanan anak cucu kita nanti di masa depan. Selain itu pembelajaran digital jauh lebih efektif dan aman karena tidak memerlukan kendaraan untuk dapat menuntut ilmu. (oleh Maritsa Aurelia Nismara)



Pembelajaran Digital, Pembelajaran Tatap Muka dan Perubahan Iklim

  Pembelajaran Digital, Pembelajaran Tatap Muka dan  Perubahan Iklim Pada blog ini, saya akan membahas mengenai hubungan antara pembelajaran...