Pembelajaran Digital, Pembelajaran Tatap Muka dan
Perubahan Iklim
Pada blog ini, saya akan membahas mengenai hubungan antara pembelajaran digital, pembelajaran tatap muka, serta perubahan iklim.
Dikutip dari jurnal yang berjudul "Digital
learning,
face-to-face
learning
and
climate
change" yang ditulis oleh David Liam Davies, AbdulAzeez Lawal, Angela E. Orji, Chloe Tytherleigh, Kieran Walsh membahas pentingnya
mempertimbangkan jejak iklim dalam kegiatan pendidikan, khususnya dalam konteks
pembelajaran digital, pembelajaran tatap muka, dan pembelajaran campuran.
Dalam jurnal tersebut mengatakan bahwa pembelajaran digital terbukti lebih baik daripada pembelajaran tatap muka untuk pengaruh terhadap perubahan iklim. Berikut beberapa poin alasannya :
- Pembelajaran digital lebih baik
daripada pembelajaran tatap muka karena memiliki jejak karbon yang lebih
rendah.
- Pembelajaran digital menggunakan
listrik, perangkat keras, dan perangkat lunak, tetapi jejak karbonnya
umumnya lebih rendah daripada perjalanan yang terlibat dalam pembelajaran
tatap muka.
- Dengan memanfaatkan perangkat yang
ramah lingkungan dan mengurangi perjalanan yang tidak perlu, pembelajaran
digital dapat membantu mengurangi dampak lingkungan.
Seperti yang kita ketahui, Saat ini, perubahan iklim
yang sedang terjadi mencakup cuaca ekstrem yang semakin parah, kualitas udara
yang semakin buruk, dan ancaman terhadap keamanan pangan. Perubahan iklim ini
memiliki dampak luas terhadap kesehatan global, termasuk masalah yang
memengaruhi pasien seperti cuaca ekstrem yang lebih parah, kualitas udara yang
semakin buruk, dan ancaman terhadap keamanan pangan. Maka dari itu penting untuk kita untuk dapat lebih aware dengan masalah ini.
Dampak negatif dari pembelajaran
tatap muka :
- Jejak Karbon: Pembelajaran
tatap muka sering kali melibatkan perjalanan, yang berkontribusi
signifikan terhadap emisi karbon. Ini dapat mencakup berkendara,
transportasi umum, dan bahkan perjalanan udara untuk acara seperti
konferensi.
- Dampak Lingkungan: Acara
fisik yang terkait dengan pembelajaran tatap muka dapat menyebabkan dampak
lingkungan seperti penggunaan plastik sekali pakai, paket makanan
polistirena, dan peningkatan konsumsi energi untuk kebutuhan akomodasi.
- Jejak Iklim Secara Keseluruhan: Dengan
tidak mempertimbangkan jejak iklim dari kegiatan pembelajaran tatap muka,
peserta didik dan pendidik mungkin tanpa sadar berkontribusi terhadap
krisis iklim secara keseluruhan, yang berdampak pada implikasi perawatan
kesehatan global.
Dari alasan yang tertera diatas menyadarkan kita bahwa kita harus mengurangi adanya pembelajaran tatap muka dan memulai untuk melakukan pembelajaran secara digital agar perubahan iklim tidak semakin parah serta demi kenyamanan dan keamanan anak cucu kita nanti di masa depan. Selain itu pembelajaran digital jauh lebih efektif dan aman karena tidak memerlukan kendaraan untuk dapat menuntut ilmu. (oleh Maritsa Aurelia Nismara)


